Tampilkan postingan dengan label Mozaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mozaik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

Proud to be a Librarian

^_^          ^_^          ^_^

Tugas kami selanjutnya adalah melakukan riset perpustakaan untuk mendalami latar sejarah Indonesia tahun 1965 dan bagaimana Pemerintah Amerika melihat Indonesia saat itu. Meskipun kali ini kami tidak perlu tumpangan tapi Mas Garuda tetap memaksa untuk mengantar. Tujuan riset kami pertama adalah perpustakaan yang konon paling lengkap sedunia, Library of Congress atau LOC. Perpustakaan yang terletak di belakang Capiton Hill ini didirikan tahun 1800. Hebatnya, koleksi LOC terus tumbuh, tercata lebih dari 100 juta item ada di dalam katalognya, yang terdiri dari puluhan juta,  buku, film, kaset, microfilm, dan bahkan tablet batu yang berasal dari 2000 tahun sebelum masehi.

Kami berjalan melintasi ruangan perpustakaan di Gedung Congress yang berdinding pualam. Aku menengadah mengagumi langit-langit berlekuk dan tiang-tiang kekar bergaya Yunani. Kami sampai di loket peminjaman yang dijaga seorang perempuan kulit hitam dengan rambut keriting ikal dan wajah mirip Janet Jackson.  “Hi, my name is Bonnie. How can I help you, Sir?” sebuah pin besar tersemat di kelopak bajunya bertuliskan I am proud to be a librarian.

Profesor Deutsch pernah bilang bahkan kita bisa menemukan buku-buku tua yang sudah tidak ada di Indonesia. “Buku pelajaran ‘Ini Budi’ saja ada,” katanya. Mana mungkin? Tapi aku mau mencoba memasukkan kata kunci ke dalam katalog digitalnya. Banyak sekali buku tentang CIA dan juga sejarah Indonesia di masa Orde Lama. Di katalog aku juga menemukan Al-Quran terjemahan bahasa Inggris yang pertama dan Didjempoet Mamaknja, novel karya Buya Hamka yang terbit tahun 1962 yang selama ini sulit dicari. Aku ingat, ayah pernah bercerita bahwa novel ini bercerita tentang beberapa kelemahan pelaksanaan adat di Minang.

Ada pula Kamoes Bahasa Minangkabaoe-Bahasa Melajoe-Riaoe, karangan M. T. Sutan Pamuntjak yang diterbitkan di Batavia oleh Balai Pustaka tahun 1935, Majalah Panji Masyarakat edisi lama yang memuat gambar kampungku di Maninjau, serta buku Alam Takambang Jadi Guru karangan A. A. Navis.

Aku serahkan kertas yang berisi daftar buku yang aku cari kepada Bonnie. Beberapa menit kemudian dia datang membawa setumpuk buku-buku perminataanku. Ajaib, buku Hamka yang terbit sebelum aku lahir itu kini terpegang di tanganku. “Kami punya koleksi lengkap hampir semua buku karangan Hamka ini di sini’” Kata Bonnie seakan dia kenal dengan Hamka.

“Ayo Mas, mau pesen buku apa?” tantangku ke Mas Garuda.
“Mereka punya majalah Indonesia lama gak? Kayak Si Kuncung”
“Coba aja.”

Dalam sekejap Bonnie kembali datang dengan sebuah bundel besar. Majalah Si Kuncung dari tahun ’60 sampai ’70. Mas Garuda langsung tergagap-gagap membalik-balik halaman. “Saya jadi ingat dulu sering membacakan cerita-cerita majalah ini untuk Danang.” Katanya dengan suara tercekat.

Sedangkan Dinara bersuka ria mendapatkan buku tahun 1983 yang sudah lama diincarnya, The Making of Tintinoleh Herge.

Aku terbungkuk-bungkuk berterimakasih kepada pustakawan ini. Dia tertawa ringan sambil bilang, “It is always nice to match a book with a person.” Senangnya menjodohkan buku dengan orang. Tidak ada yang lebih penting daripada riset yang baik untuk wawancara dan menulis. Dan tidak ada riset yang baik kalau tidak ada tenaga pustakawan yang berdedikasi.

Dengan agak narsis, aku iseng mengetik namaku sendiri di katalog elektroniknya. “Dinara, lihat ini!” teriakku menunjuk layar komputer yang berkedip-kedip. Bangga juga rasanya melihat namaku, dan juga Dinara, muncul sebagai tim penulis beberapa laporan investigasi yang diterbitkan oleh majalah Derap. Ternya kami punya potongan juga untuk masuk dalam katalog koleksi perpustakaan yang luar biasa ini.

^_^          ^_^          ^_^

Novel                    : Rantau 1 Muara
Penulis                 : Ahmad Fuadi
Penerbit               : Gramedia

Halaman              : 284-286 

Sabtu, 10 Januari 2015

Whisper of the Hearth : kisah Shizuku, si kutu buku yang suka menulis

Whisper of the Hearth : kisah Shizuku, si kutu buku yang suka menulis

Film ini merupakan film animasi Jepang buatan Gibli Studio tahun 1995. Menceritakan kisah Shizuku Fukushima (tokoh utama) dan Seiji Amasawa. Sesuai dengan judulnya, film ini bergenre film romantis. Lalu, kenapa saya jadikan bahan tulisan di blog? Haik! Shizuku dan Amasawa sama-sama seorang yang cinta buku dan perpustakaan. Lebih dari itu, Shizuku juga suka menulis. Banyak tampilan tentang buku dan perpustakaan di dalamnya. Berikut ceritanya kawan,,,,

Cerita bermula ketika Shizuka menemukan nama Seiji Amasawa dalam kartu buku yang ada di buku yang dipinjamnya dari perpustakaan. Beberapa buku yang dia pinjam, selalu ada nama tersebut. Shizuku pun membayangkan seperti apakah Seiji Amasawa itu. Ia memerikasa buku-buku di perpustakaan, dan tahulah ia bahwa Seiji lebih gila buku daripadanya. Hingga pada suatu hari ia bertemu dengan seorang laki-laki yang memungut buku yang ia tinggalkan di kursi dekat lapangan sekolah. Anak itu tak lain adalah Seiji. Namu, Shizuku mengetahuinya jauh setelah itu, yaitu ketika Seiji memperlihatkan dirinya sebagai pembuat violin di toko barang antik kakeknya.

Seiji menyukai Shizuku. Namun, ia belum memperlihatkan perasaan itu pada Shizuku. Hal ini karena Seiji akan pergi ke luar negeri untuk belajar menjadi pembuat Violin yang handal. Jadi, ia harus meninggalkan Shizuku. Tahu jika Seiji benar-benar mengejar cita-citanya, Shizuku iri berat. Ia mencari keinginan jati dirinya. Dan ia menemukan dirinya bahwa ia ingin menjadi seorang penulis. Ia bertekad bulat, sangat konsisten, hingga nilai di pelajarannya menurun drastis dan membuat ibu Shizuku di panggil ke sekolah.

Ayah Shizuku yang merupakan pustakawan di perpustakaan umum tempat Shizuku seringkali berkunjung dan meminjam melihat kerja keras Shizuku dalam mencari referensi untuk menulis. Mereka sekeluarga bertemu dalam satu meja dan membicarakan tentang Shizuku. Sebagai keluarga, ayah dan ibu Shizuku mengerti dan memberikan kesempatan serta peluang bagi Shizuku untuk mencoba dan memilih masa depannya yaitu menulis novel dan menjadi seorang penulis.

Novel Shizuku berjudul Whisper of the Heart (Bisikan Hati). Novel ini menceritakan tentang Baron (boneka kucing yang berdiri di toko antik milik kakek Seiji). Kisah Baron ini ia tuliskan bersamaan dengan kisah kakek Seiji yang pernah diceritakannya pada Shizuku. Dalam menulis novel tersebut, Shizuku banyak dituntun oleh mimpi-mimpinya selama proses penulisan novel. Setelah novel itu selesai, kakek Seijilah yang menjadi pembaca pertamanya. Shizuku menunggu kakek selesai membca dengan khawatir. Kakek Seiji menyelesaikan dalam satu kali baca, dan mengatakan bahwa karya tersebut sangat bagus. Sebaliknya, Shizuku merasa itu jelek, dan ia harus belajar lagi.

Dengan selesainya novel itu, Shizuku yakin dengan masa depannya sebagai seorang penulis. Ia menyingkirkan rasa irinya tentang Seiji yang mengejar cita-cita menjadi pembuat Violin handal, karena ia juga akan menjadi penulis handal. Sebelum Seiji pergi meninggalkan Jepang, Seiji mengajak Shizuku melihat matahari terbit. Sembari memandang indahnya matahari terbit, Seiji melamar Shizuku. Dan kisah ini pun berakhir bahagia.

^_^        ^_^        ^_^

Yupz,,, menurt saya, film ini recommended untuk di tonton, karena di dalamnya mengulas tentang mengejar mimpi menjadi seorang penulis dengan bekerja dan usaha keras, serta pengorbanan. Menariknya, mereka adalah para pecinta buku yang juga cinta perpustakaan. Saya pribadai, sangat suka film ini :D

Berikut beberapa printscreen dari film Whisper of the Heart.


















Begitu ya,,, jika tertarik, coba cari filmnya, dan selamat menonton,,, :D


Senin, 22 Desember 2014

AvataR : Kehidupan antara Dua Dunia

AvataR : Kehidupan antara Dua Dunia

AvataR adalah sebuah film yang mengisahkan kehidupan manusia yang bisa hidup di dua dunia. Manusia harus membagi pikirannya kepada tubuh lain yang disebut dengan avatar. Avatar ini dapat berperilaku sebagaimana layaknya manusia dengan diatur oleh sistem saraf yang dihubungkan dengan otak manusia yang menjadi pengendali avatar.  

Ada sebuah penelitian terhadap planet Pandora oleh kelompok penelitian yang dipimpin oleh Dr Grace. Tujuan penelitian ini adalah pencarian mineral planet Pandora yang dapat dijual mahal di bumi. Mineral itu adalah Unobtanium. Tambang Unobtanium ditemukan tepat di bawah pohon Suara, sebuah pohon raksasa tempat berkumpul seluruh suku Omaticaya, bangsa Navi’, penghuni planet Pandora. Penelitian itu didampingi oleh pasukan militer yang dipimpin oleh Kolonel Miles. Misi penelitian ini adalah melakukan pendekatan terhadap suku Omaticaya, mempelajari kehidupannya, sehingga dapat membujuk mereka untuk pindah dari tanah yang di bawahnya terdapat tambang Unobtonium. Untuk itulah Dr Grace menciptakan AvataR, sebuah tubuh yang mirip dengan bangsa Navi’, tinggi-biru-berekor. Tubuh inilah yang digunakan Dr Grace untuk melakukan pendekatan dan belajar kehidupan suku Omaticaya.

Adalah Jack Sully, seorang mantan marinir angkatan laut Amerika yang mengalami kelumpuhan pada kakinya. Ia ikut dalam misi Dr Grace, dengan harapan dapat menggerakkan kedua kakinya kembali, meskipun itu harus menggunakan tubuh avatar. Benar saja, pertama kali mencoba tubuh avatar, Jack langsung bisa adaptasi dengan sempurna. Hingga pada akhirnya Jack terdampar di hutan Pandora, tersesat dan ditolong oleh Neytiri, seorang putri dari kepala suku Omaticaya. Jack mendapatkan restu dari kepala suku untuk belajar kehidupan tentang bangsa Navi’ di bawah panduan Neytiri. Berbulan-bulan belajar dengan Neytiri, hingga Jack sempurna dalam penguasaan ketrampiran suku Omaticaya, serta sukses merangkai hatinya untuk Neytiri.

Ternyata terjadi perselisihan antara Dr Grace dan Kolonel Miles. Dr Grace ingin suku Omaticaya berpindah tanpa adanya kekerasan, dan memang harus memakan waktu yang relatif lama. Namun, Kolonel Miles tidak sabar hingga ia ingin menyerang dengan kekerasan. Kolonel Miles mengambil alih posisi kepemimpinan. Dr Grace yang terluka karena perselisihan tersebut dilarikan ke Pandora untuk meminta pertolongan pada Eywa, dewi sesembahan bangsa Navi’. Namun akhirnya Dr Grace harus menghembuskan nafas terakhirnya. Tinggallah Jack yang mampu melindungi Pandora. Ia mengumpulkan seluruh suku yang ada di Pandora untuk melawan Kolonel Miles dan pasukannya. Peperangan berlangsung tidak seimbang. Pasukan kolonel menggunakan senjata api, bom dan pesawat. Pasukan Pandora menggunakan panah dan burung. Dan kemenangan pun ada di tangan Pandora, dengan bantuan dari seluruh hutan Pandora, para satwa yang perkasa.

Jack dan rakyat Pandora kemudian mengusir para manusia yang membuat kericuhan peperangan tersebut. Dan sebuah akhir yang dipilih Jack, adalah berkumpul dengan teman-temannya di Pandora, dengan tubuh avatarnya. Ya, jack meninggalkan kehidupan manusianya, dan dengan bantuan Eywa, ia benar-benar telah berubah menjadi bangsa Navi’ dan bersatu dengan Pandora.

^_^        ^_^        ^_^        ^_^        ^_^

Kehidupan jack ada di antara dua dunia, dunia manusia dan planet Pandora. Sama seperti kehidupan kita saat ini, dunia nyata dan dunia maya. Di Pandora, jack memiliki kehidupan yang jauh berbeda dengan kehidupannya sebagai manusia. Ia memiliki adat kebiasaan, teman, cara melindungi diri, bahasa, dan tentu masyarakat yang berbeda. Di dunia kita saat ini, dalam dunia maya yang tersambung dalam jaringan internet, kita para pengguna internet memiliki jiwa-jiwa yang lain dalam dunia maya itu. Terserah bagaimana kita akan menciptakan avatar kita di dunia maya. Kita dapat membuat avatar yang mirip dengan kita, tapi bisa juga dengan kepribadian yang sangat jauh berbeda. Di dunia maya, tidak ada kita lagi. Yang ada hanyalah avatar diri kita yang dikenal di masyarakat virtual.

Seperti Jack yang berusaha keras beradaptasi dengan dunia barunya, kita juga harus bekerja keras beradaptasi dengan dunia maya. Karena banyak para manusia yang telah membagikan avatarnya masing-masing, hingga kehidupan di dunia nyata tidaklah cukup untuk bergaul lebih luas. Maka sangat perlulah kita memasuki, beradaptasi, dan bermasyarakat dengan baik bersama dengan para avatar-avatar yang lain di dunia maya. Karena dunia maya juga punya peraturan dan etika yang harus diperhatikan. Salam AvataR,,,


Berkawan IT untuk Kemajuan

Judul                : Teknologi Informasi dan Fungsi Kepustakawanan Penulis              : Rhoni Rodin Penerbit            : Calpulis ...